Lagi Berantakan, Terus Lari ke Mana?


 

Pernah nggak sih, lagi di titik paling sumpek. Difitnah padahal nggak salah apa-apa. Di mutasi padahal udah kerja maksimal. Jadi kambing hitam atas kesalahan yang bukan kamu buat. Dikhianatin orang yang kamu percaya banget.

Rasanya pengen kabur ke mana aja, asal capeknya ilang sebentar.

Dan sialnya, banyak dari kita, pas lagi di titik itu, malah lari ke tempat yang salah. Ke club, biar bisa "lupa" sejenak. Minum yang bikin mabuk, biar nggak usah mikir. Ngerokok terus-terusan, biar ada yang bisa dipegang tangan pas gelisah. Atau parahnya, mulai deket-deket ke hal yang jelas-jelas dibenci Allah, padahal dalam hati kecil juga tau itu salah.

Padahal, coba deh mikir bentar. Semua itu cuma pelarian sesaat. Besoknya, masalah yang bikin kamu sumpek itu masih ada. Yang beda cuma sekarang, kamu nambah beban baru, dosa yang numpuk di atas masalah yang belum kelar.


Kenapa Kita Lebih Milih Lari ke Situ

Jujur aja, itu karena efeknya cepat. Sekali nenggak, sekali isep, sekali masuk ke tempat rame yang bikin lupa diri, langsung ada rasa lega instan. Sementara sholat? Berdoa? Kerasanya lambat. Kita nggak langsung ngerasa "plong" abis sujud, apalagi kalau lagi banyak pikiran.

Tapi justru di situ bedanya. Yang instan itu nggak nyelesain apa-apa, cuma nunda rasa sakit sebentar. Yang lambat itu, pelan-pelan, beneran nyembuhin dari akarnya.


Allah Sendiri yang Nyuruh, Kok

Ada ayat yang menurutku dalem banget soal ini. Allah bilang di QS. Al-Baqarah ayat 153:


ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ ÙˆَالصَّÙ„َاةِ ۚ Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ù…َعَ الصَّابِرِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."


Coba perhatiin, ini bukan saran biasa. Ini perintah langsung, dan Allah sendiri yang jamin bakal nemenin orang yang sabar. Jadi kalau kamu lagi kepepet banget, dan bingung mau lari ke mana, sebenarnya udah dikasih tau jalannya. Tinggal kita mau ambil atau nggak.


Sujud Itu Bukan Sekadar Ritual

Coba bayangin momen sujud. Posisi paling rendah, dahi nempel ke lantai, semua ego kita jatuh ke titik paling bawah. Di situ, kita bisa merengek ke Allah tanpa gengsi. Minta dimudahkan urusan. Minta ditenangkan hati yang lagi berantakan. Minta dikasih sabar buat nerima takdir yang berat.

Nggak ada yang lihat, nggak ada yang nge-judge. Cuma kamu dan Allah.

Itu beda banget sama pelarian ke club atau ke botol minuman, yang justru bikin kita makin jauh dari diri sendiri, bukan makin kenal sama apa yang sebenarnya kita butuhkan.


Mumpung Masih Muda

Ini yang sering jadi jebakan pikiran anak muda. "Ah, masih muda, nanti aja tobatnya kalau udah tua." Padahal, siapa yang bisa jamin umur kita sampai tua? Mati itu bisa kapan aja, nggak pandang usia, nggak nunggu kita siap.

Jadi daripada nunda-nunda dengan alasan "masih muda", justru mumpung masih muda ini kesempatan paling bagus buat balik ke jalan yang benar. Nggak usah nunggu titik terendah dulu, nggak usah nunggu semua berantakan dulu baru sadar.


Yuk, Pelan-Pelan Aja

Nggak usah langsung sempurna. Nggak usah maksa diri jadi paling sholeh dalam semalam. Cukup mulai dari yang kecil. Pas lagi sumpek, coba dulu ambil wudhu. Sholat, walau nggak langsung khusyuk banget. Berdoa, walau kata-katanya berantakan dan nggak romantis kayak di buku-buku doa.

Karena itu jauh lebih baik daripada lari ke tempat yang bikin kita makin jauh dari diri sendiri dan dari Allah. Yuk, balik pelan-pelan. Nggak usah buru-buru, yang penting jalan.


Lots of Love,


Resa—


Posting Komentar

0 Komentar