Percaya ngga sih kalau mood kita seharian itu sebenarnya ditentukan sejak mata pertama kali terbuka di pagi hari? Hmm, kalau aku sih percaya banget, Bestie. Hehehe, kenapa coba?
Ya, karena aku sendiri merasakan bagaimana bedanya semangat di badan kalau sejak pagi kita sudah on fire dan suasananya lagi bagus-bagus saja. Rasanya kayak semua pekerjaan jadi lebih ringan dan tantangan hidup jadi terlihat seperti kerikil kecil.
Tapi pertanyaannya, bagaimana ya caranya biar kita bisa tetap semangat seharian, padahal jujur saja, kadang kondisi kita lagi ngga baik-baik saja? Entah itu karena urusan kerjaan yang menumpuk, masalah hati, atau sekadar merasa lelah dengan rutinitas. Tenang, Bestie, sini aku bisikkan tipis-tipis rahasianya.
Pertama: Langsung "Connect" sama Langit
Asli, ini pengaruhnya luar biasa banget. Begitu buka mata, jangan langsung cari smartphone buat cek notifikasi atau scrolling media sosial yang isinya kadang malah bikin kita merasa tertinggal dari orang lain. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah baca doa bangun tidur:
"Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nushur."
Buka mata dan langsung bersyukur. Bersyukur karena kita masih diberi detak jantung, masih bisa bernapas dengan lega, dan masih diberi kesempatan hidup. Artinya apa? Artinya Allah masih memberikan kita waktu untuk berbuat baik, beribadah, dan bertaubat dari dosa-dosa yang mungkin kemarin kita lakukan.
Ustaz Khalid Basalamah sering banget mengingatkan kalau setiap pagi adalah lembaran baru. Allah memberikan kita "modal" waktu lagi, jadi jangan disia-siakan dengan mengeluh saat pertama kali bangun.
Dari sisi medis ringan nih, saat kita bangun tidur dengan rasa syukur, otak kita melepaskan hormon dopamin yang bikin perasaan jadi lebih tenang dan bahagia. Bayangkan, baru bangun saja sistem internal tubuh sudah kita kasih "bahan bakar" yang positif. Keren, kan?
Kedua: Nutrisi Jiwa (Ibadah Pagi)
Inilah alasan kenapa banyak ibadah di pagi hari yang sebaiknya kita lakukan. Mulai dari salat sunah fajar dua rakaat (yang pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya), lanjut salat subuh, lalu duduk sejenak untuk zikir pagi. Itu semua dilakukan di pagi hari biar apa? Biar jiwa kita ngga kosong, Bestie!
Ada satu doa yang wajib banget diamalkan, yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
"Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan." (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima).
Sesuai penjelasan di laman Rumaysho, doa ini adalah paket lengkap buat mengawali hari. Kita minta perlindungan Allah, benar-benar minta supaya berkah menyertai setiap langkah kita.
Mulai dari menjaga iman, memohon rezeki yang halal dan baik (biar berkah buat keluarga), sampai amalan yang ngga sia-sia. Bayangkan, di pagi hari kita sudah minta dijaga penuh untuk jam-jam ke depan supaya terhindar dari hal-hal yang buruk. Kalau sudah bersandar sama Yang Maha Kuasa, rasanya beban di pundak itu jadi berkurang jauh.
Ketiga: Al-Qur'an sebagai Healing Sejati
Wah, ini mantap banget, Bestie! Pernah dengar ngga kalau Al-Qur'an itu adalah asy-syifa alias penyembuh?
Allah berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 82 kalau Al-Qur'an itu diturunkan sebagai obat dan rahmat. Ustaz Firanda dan Ustaz Raehanul sering menjelaskan kalau penyembuh di sini bukan cuma buat penyakit fisik, tapi terutama buat penyakit hati seperti gelisah, sedih, dan galau.
Asli, cobalah baca Al-Qur'an walaupun cuma satu atau dua ayat, dan rasakan bedanya. Hati kalian bakal merasa lebih tenang meskipun di depan mata ada segudang masalah. Memang efeknya ngga selalu instan kayak minum obat sakit kepala, tapi dia bekerja pelan-pelan menata ulang perasaan kita. Usahakan konsisten, mulai dari satu ayat, naik ke dua ayat, sampai nanti bisa satu halaman.
Ingat kata kuncinya: konsisten adalah koentji! Hehehe. Secara medis, membaca atau mendengarkan tartil Al-Qur'an dengan irama yang tenang bisa menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh kita. Jadi, ini benar-benar terapi yang lengkap luar dalam.
Keempat: Isi Tenaga dengan Sarapan
Hahaha! Siapa nih yang sering banget skip sarapan? Jujur, aku juga kadang begitu! Tapi sebenarnya, setelah kebutuhan rohani terpenuhi, saatnya kita beralih ke kebutuhan jasmani, Bestie. Makan! Dan usahakan makan yang sehat.
Mungkin pagi-pagi paling enak makan nasi pecel pakai bakwan, ditambah mendoan atau sate jeroan. Wah, itu sih kenikmatan duniawi banget! Sehat ngga? Ya, kita anggap saja sehat karena ada sayurnya, ya? Hehehe.
Tapi intinya, jangan sampai perut kosong. Hadapi dunia yang penuh tantangan ini dengan perut kenyang. Walaupun kita lagi merasa sedih atau kesal karena urusan pekerjaan, sengganya jadilah manusia yang kesal tapi tetap kenyang. Perut yang lapar itu biasanya bikin emosi jadi lebih gampang meledak (istilahnya hangry), jadi jangan sampai ya!
Secara medis, sarapan itu penting banget buat memberikan glukosa sebagai sumber energi bagi otak dan tubuh. Kalau glukosa stabil, konsentrasi kita jadi lebih tajam dan ngga gampang lemas di tengah hari.
Kelima: Coffee Time!
Nah, ini sesi favoritku! Kopi itu rasanya wajib ada di meja bahkan sebelum laptop menyala. Kenapa? Karena kafein itu seperti "tombol aktivasi" buat otakku berjalan lebih cepat dari biasanya. Masa sih? Hmm, entah itu sugesti atau bagaimana, tapi aku memang merasa jauh lebih semangat setelah meneguk es americano yang segar.
Mungkin yang biasanya aku hanya bisa menyelesaikan dua sampai tiga bab tulisan, dengan dorongan kafein yang mantap, aku bisa menembus lima bab cerita plus dua artikel ringan dalam sehari. Aw aw aw! Ngeri ya produktivitasnya kalau lagi "kumat" semangatnya. Hahaha!
Tapi ingat ya, buat yang punya masalah lambung, pastikan perut sudah terisi dulu sebelum minum kopi, dan jangan berlebihan. Secukupnya saja biar jantung ngga berdebar terlalu kencang.
Dan tahu ngga, Bestie?
Semua itu bisa aku lakukan dengan lancar hanya jika mood-ku memang terjaga sejak pagi. Aku merasa sangat semangat seolah hormon dopamin (hormon bahagia) dan sedikit kortisol yang pas sedang mengambil alih segalanya. Aku bisa berkegiatan tanpa merasa cepat lelah atau lemas. Jantungku berdetak dengan ritme yang pas, napasku ngga terasa sesak, dan aku juga ngga merasakan sakit kepala yang menyiksa.
Rasanya badan benar-benar enteng. Ya, meskipun aku tetap harus menopang semua itu dengan minum air putih yang cukup dan vitamin agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Tapi sengganya, rangkaian aktivitas pagi tadi—mulai dari doa, ibadah, baca Al-Qur'an, makan, sampai segelas kopi—bisa membuatku tersenyum seharian. Sampai akhirnya nanti aku kembali melangkah menuju tempat tidur dengan perasaan lega, siap menyambut hari esok dengan semangat yang sama lagi.
Jadi, pagi ini kamu sudah mulai dengan cara apa nih, Bestie? Jangan lupa bahagia dan terus bersyukur, ya!
Lots of Love,
Resa—
.png)
0 Komentar