“Kok bisa sih dia yang dapet? Harusnya kan aku yang di posisi itu?”
Hayo, pernah nggak terlintas pikiran kayak gitu pas lagi asyik scrolling medsos? Lihat temen satu tongkrongan tiba-tiba posting pencapaian besar, entah itu karier yang melejit, nikmat keluarga, atau rezeki yang keliatannya "lancar jaya banget". Bukannya ikut seneng, eh, hati malah mendadak hambar atau ngerasa sesak.
Hmm, hati-hati ya, bestie. Bisa jadi itu salah satu sinyal kalau penyakit hati lagi coba mampir. Penyakit hati ini sebenernya lebih menakutkan daripada penyakit fisik. Kenapa? Karena dia bisa menyerang siapa aja tanpa pandang bulu, termasuk orang-orang yang udah dalem banget ilmu agamanya. Dan kalau dibiarin, penyakit yang paling membahayakan itu namanya HASAD. Wow! Bener-bener ngeri kalau kita bedah lebih jauh.
Jadi, Apa Sih Hasad Itu?
Sesuai penjelasan yang sering dibahas di Rumaysho, hasad itu bukan sekadar iri biasa. Hasad itu kondisi di mana kamu nggak suka kalau ada orang lain dapet nikmat, dan parahnya, kamu pengen nikmat itu ilang dari orang tersebut.
Intinya, kamu ngerasa keganggu sama kebahagiaan orang lain. Kamu pengen dia jatuh, pengen dia gagal, atau pengen nikmat itu pindah ke tangan kamu aja. Jahat banget nggak sih? Tentu! Bayangin, kamu lihat temen lagi seneng-senengnya, terus tiba-tiba kamu ngegerundel dalam hati, “Iiih kok bisa dia sih? Awas ya, harusnya dia gagal aja. Aku nggak mau dia sesukses itu!”
Ini yang bikin hasad itu dibilang "perusak nomor satu". Rasulullah ï·º udah ngasih peringatan keras lewat hadisnya:
“Waspadalah kalian terhadap hasad (iri hati), karena hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).
Kebayang nggak, kita udah capek-capek ibadah, eh pahalanya ludes kebakar gitu aja cuma gara-gara hati kita "panas" liat orang lain dapet nikmat. Sayang banget kan, bestie?
Iri: Bibit Kecil yang Sering Kita Anggap Sepele
Nah, kalau "Iri", biasanya kita ngerasa kesel atau sedih pas liat temen dapet nikmat yang kita pengenin juga. Memang kedengerannya lebih "ringan" dibanding hasad, tapi jangan disepelein ya. Iri ini bisa jadi pintu gerbang atau cikal bakal hasad.
Secara nggak sadar, pas kita iri yang negatif, kita tuh lagi nggak terima sama skenario yang Allah bikin. Padahal kita tahu kan, Allah bakal ngasih kita sesuatu di waktu yang paling pas. Ingat kata Allah di Al-Qur'an:
“...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
Mungkin menurut kita nikmat temen kita itu enak banget, tapi kita nggak tahu ujian apa di baliknya. Dan bisa jadi, apa yang belum Allah kasih ke kita sekarang itu bentuk perlindungan-Nya biar kita nggak futur atau malah sombong.
Dengki: Ketika Rasa Iri Mulai Main "Action"
Nah, ini yang levelnya udah masuk mode bahaya: Dengki. Mengutip dari Muslimah.or.id, dengki itu udah masuk ke ranah tindakan. Kamu nggak cuma diem-dieman kesel di hati, tapi mulai gerak buat nyelakain atau bikin rencana biar nikmat orang itu beneran ilang.
Misal nih, temen kamu dapet promosi jabatan. Karena kamu dengki, kamu mulai main kotor. Kamu manipulasi data, sebar gosip miring ke atasan, atau ngejebak dia biar dapet sanksi atau bahkan dipecat gara-gara tuduhan fraud. Wow! Ini mah udah masuk ranah kriminal dan dosa besar, bestie.
Allah Ta’ala melarang keras sifat ini:
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain...” (QS. An-Nisa: 32).
Gimana Biar Hati Kita Tetap Tenang dan "Slay"?
Setelah tahu ngerinya penyakit-penyakit ini, kita pasti nggak mau dong amalan kita hangus sia-sia. Supaya hati tetep sehat dan nggak gampang "panas", coba deh lakuin ini:
· Biasain Bilang "Allahumma Baarik" atau "Barakallahu Fiik".
Begitu liat temen dapet nikmat, langsung kunci hati pake doa. Doakan dia makin berkah, biar malaikat juga doain hal yang sama buat kamu.
· Sadar Kalau Rezeki Itu Nggak Akan Tertukar.
Tenang aja, jatah kamu udah Allah tulis rapi. Kalau itu emang buat kamu, dunia dan seisinya pun nggak bakal bisa ngerebut itu.
· Latihan Bersyukur.
Coba liat ke bawah buat urusan dunia. Masih banyak orang yang pengen banget ada di posisi kamu sekarang.
· Fokus sama "Run" Masing-masing.
Hidup itu bukan balapan sama orang lain, tapi balapan sama diri sendiri biar jadi lebih baik tiap hari.
Balik ke Hati, Balik ke Syukur
Jadi, bestie, akhir kata nih... kita harus sadar kalau perjalanan hidup setiap orang itu punya "peta" yang beda-beda. Melihat teman sukses bukan berarti kita gagal, itu cuma tanda kalau Allah lagi nunjukin kebesaran-Nya lewat orang terdekat kita.
Ada satu hal penting yang harus kita tanamkan dalem-dalem di pikiran kita: Jangan pernah menginginkan nikmat orang lain yang kamu lihat sekarang, karena kamu nggak tahu apa yang sudah Allah ambil darinya sebelum ini. Bisa jadi yang kamu lihat cuma senyum suksesnya saja, padahal di baliknya ada ujian berat yang mungkin kita sendiri belum tentu sanggup memikulnya. Allah itu Maha Adil, Dia memberi dan mengambil sesuatu selalu dengan alasan yang paling baik bagi hamba-Nya.
Jangan biarkan satu detik pun rasa hasad, iri, atau dengki itu ngerusak indahnya pertemanan dan—yang paling penting—hubungan kita sama Allah. Sayang banget kan, kalau energi kita abis cuma buat mikirin cara "menjatuhkan" orang lain, padahal energi itu bisa kita pake buat memperbaiki diri sendiri.
Yuk, kita sama-sama belajar buat punya hati yang lapang. Hati yang kalau liat orang lain bahagia, dia ikut ngerasain angetnya. Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak nikmat yang kita punya yang bikin kita bahagia, tapi seberapa bersih hati kita dalam menerima setiap ketetapan-Nya.
Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita agar tetap tenang, penuh syukur, dan menjauhkan kita dari sifat hasad, iri, maupun dengki yang bisa merusak amal dan kebahagiaan kita. Semoga Allah jadikan kita pribadi yang tulus ikut bahagia atas kebahagiaan orang lain.
Aamiin. Baarakallahu fiikum.
Lots of Love,
Resa—
.png)
0 Komentar