Bayangkan, Shaliha, kita baru saja mendapatkan harta paling berharga di dunia: hafalan Al-Qur’an. Rasanya luar biasa, bukan? Semangat menggebu-gebu di awal, rasanya setiap huruf sudah tertancap kokoh.
Namun, di tengah perjalanan, kita sadar bahwa harta ini punya kaki. Nabi ﷺ pernah memberi warning yang sangat puitis dan mengena, dan ini sering diulang dalam kajian seperti Muslim.or.id dan Rumaysho: Al-Qur’an itu lebih cepat lepas daripada unta dari ikatannya.
Coba visualisasikan unta itu: ia besar, kuat, dan mahal. Begitulah hafalanmu. Tapi, sifatnya mudah lari! Jika talinya kendur, ia kabur; dan jika sudah lari, menangkapnya kembali butuh tenaga berkali lipat. Inilah Muroja’ah, ia adalah tali pengikatmu. Maka, pertanyaan besarnya bukan lagi "bagaimana menghafal?" tapi "bagaimana mengikatnya dengan kokoh?" Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut dalam Hadis itu—orang yang kehilangan harta paling berharga karena kelalaian.
Batasan Aurat Wanita
Senjata Rahasia Melawan Malas (Si Pencuri Waktu)
Rasa malas (futur) itu ibarat pencuri waktu yang datang diam-diam. Ia tidak langsung merampas, tapi membisikkan: "Ah, besok saja." Dan saat besok tiba, untamu sudah lari satu meter.
1. Niat dan Ikhlas: Bahan Bakar Abadi
Para ulama, seperti yang sering dinasihatkan oleh Al Manhaj, selalu menekankan niat. Muroja’ah bukan tugas sekolah, tapi janji cinta. Ketika malas datang, segera pejamkan mata dan ubah mindset: "Aku mengulang ini bukan untuk ujian manusia, tapi karena aku ingin Al-Qur'an menjadi hujah bagiku, bukan melawanku." Ikhlas membuat rasa lelah itu terasa ringan.
2. Mencari “Penyelia” (Lingkungan Positif)
Melawan malas sendirian itu berat. Carilah teman atau guru yang bisa menjadi reminder dan peer pressure positif bagimu.
- Setoran Rutin: Carilah jadwal setoran (talaqqi) meskipun hanya seminggu sekali. Adanya guru yang menanti akan membuatmu malu jika hafalanmu kacau. Rasa malu ini adalah tameng pertama melawan malas.
- Tasmi’ Partner: Ajak teman yang juga menghafal untuk saling mendengarkan. Dengan tasmi’, Anda tidak hanya mengulang, tapi juga mendapatkan pahala membantu teman.
Faedah Membaca Al Kahfi
Tali Pengikat yang Paling Kuat (Strategi Praktis)
Bagaimana cara mengikat unta itu agar tidak pernah lepas? Kuncinya ada pada Konsistensi (Istiqamah) dan Pemanfaatan Waktu Emas.
1. Jadikan Shalat Sebagai Wird (Target Harian)
Ini adalah strategi paling jitu dan sering disarankan. Jadikan shalat wajib dan sunnah sebagai tempat "depositing" hafalanmu.
- Shalat Sunnah (Tahajud, Dhuha): Gunakan hafalan baru dan yang masih rapuh di sini. Berdiri lebih lama di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hafalan baru membuat ayat-ayat itu terasa lebih mendalam dan cepat menancap.
- Shalat Fardhu: Gunakan hafalan lama yang sudah kokoh. Ini menjamin hafalan lamamu tetap segar.
2. Hukum Wajib Satu Juz (Wird Minimal)
Sesuai tuntunan para Huffazh, wajibkan dirimu memiliki wird harian minimal satu juz. Ini adalah jumlah aman yang membuat hafalanmu tetap di tempat. Ingatlah nasihat Rumaysho: amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin, meskipun sedikit.
Jika hari ini sibuk, jangan tinggalkan seluruhnya. Minimal baca dan lihat saja (muroja’ah bin nadzar) agar rantai istiqamah tidak terputus.
3. Metode Simā’ (Mendengar)
Di era podcast ini, muroja’ah bisa dilakukan sambil memasak, commuting, atau beres-beres. Dengarkan qari' favoritmu. Metode ini memperbaiki tajwid sekaligus membuat hafalanmu "terisi otomatis" di alam bawah sadar.
Manfaat Menghafal Al-Quran
Mahkota Untuk Orang Tua
Shaliha, perjuanganmu melawan rasa malas untuk muroja’ah adalah perjuangan paling bernilai. Ini bukan hanya untuk dirimu sendiri. Ingatlah janji Allah Subhanahu wa Ta’ala: di Hari Kiamat kelak, para huffazh akan datang membawa cahaya, dan kedua orang tua mereka akan dipakaikan mahkota yang sinarnya lebih indah dari cahaya matahari.
Setiap ayat yang kamu ulangi hari ini adalah batu permata yang akan menyusun mahkota itu. Jangan biarkan untamu lari. Ikatlah ia hari ini, besok, dan seterusnya, dengan konsistensi, keikhlasan, dan cinta.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memampukan kita untuk menjadi Ahli Qur’an yang sejati. Aamiin.
Lots of Love,
Resa—
Referensi:
https://rumaysho.com/37249-hafalan-al-quran-itu-cepat-hilang-ini-cara-menjaganya.html
https://almanhaj.or.id/779-seyogyanya-menjaga-hafalan-al-quran-sehingga-tidak-lupa.html
https://muslimah.or.id/16072-hikmah-murajaah-al-quran.html
https://muslim.or.id/61918-hafalkanlah-al-quran-dan-hadits.html
https://muslim.or.id/95847-apakah-berdosa-ketika-menghafal-al-quran-kemudian-melupakannya.html
.png)
0 Komentar